Moving Average atau biasa disingkat menjadi MA adalah salah satu indikator forex yang paling banyak dipakai oleh trader forex sebagai indikator untuk menentukan trend. Moving Average menggunakan perhitungan pergerakan harga rata-rata selama jangka waktu tertentu. Sebagai contohnya adalah MA 10, yang merupakan harga rata-rata selama 10 periode grafik tertentu. Jika diaplikasikan kedalam grafik Daily, MA 10 berarti harga rata-rata selama 10 hari perdagangan. Seperti juga untuk H4, MA 10 berarti harga rata-rata selama 10 jam terakhir.
Picture Moving Average:

Terlihat pada gambar diatas garis Moving average itu berupa garis berwarna biru dan terlihat apabila harga berada di atas garis MA maka pada saat itu sedang terjadi trend naik atau bullish, begitu juga sebaliknya jika harga berada di bawah garis MA maka pada saat itu sedang terjadi trend turun atau bearish. MA bisa digunakan sebagai support dan resistance (salah satu kegunaan MA). Untuk warna MA bisa anda ganti warnanya sesuai dengan keinginan dan periodenya pun bisa anda yang tentukan sesuai dengan market forex yang terjadi.
Moving Average sendiri bukan merupakan indikator forex tunggal yang digunakan karena biasanya trader akan menggabungkan MA dengan indikator lainnya seperti RSI, Stochastic, William % R. Lalu mengapa memerlukan gabungan beberapa indikator forex? Karena analisis teknikal menggunakan MA sendiri masih memungkinkan untuk mendapatkan sinyal palsu sehingga merugikan trader. Apa yang dimaksdud dengan sinyal palsu? mari kita lihat gambar grafik forex di bawah ini:

Sinyal forex yang palsu terlihat pada pola candlestick yang telah berhasil memotoh garis MA sehingga candlestick berada di atas garis MA, dan sesuai dengan ketentuan maka harga pun seharusnya akan naik namun apa yang terjadi adalah harga menjadi berbalik dan tiba-tiba turun menjadi trend bearish
Sekarang kami akan menjelaskan tiga jenis Moving Average yaitu:
1. Simple Moving Average / SMA
Ada banyak sekali manfaat dari analisis teknikal menggunakan Simple Moving Average antara lain adalah:
- Untuk melihat tren yang akan berlangsung nantinya.
- Sebagai titik support dan titik resistant
- Tampilan SMA yang berbentuk grafik halus dapat meminimalkan sinyal palsu
lalu bagaimana cara pengunaan SMA untuk melihat trend yang akan terjadi? Lihatlah keterangan dibawah ini:
- SMA terletak di bawah harga = Terjadi Bullish
- SMA terletak di atas harga = Terjadi Bearish
- SMA memotong harga dari bawah ke atas = Terjadi perubahan trend ke arah bearish
- SMA memotong harga dari atas ke bawah = Terjadi perubahan trend ke arah bullish
2. Weighted Moving Average / WMA
Secara umum tidak ada banyak perbedaan antara WMA dengan SMA lalu apa perbedaannya itu? Perbedaannya terletak dari bobot penilaiannya saja. Pembobotan nilai yang diberikan oleh WMA berbeda dari setiap data yang diterima, data yang lebih baru akan menerima bobot yang lebih besar daripada data yang lebih lama.
Cara pengunaan WMA adalah:
- WMA terletak di bawah harga = Terjadi bullish
- WMA terletak di atas harga = Terjadi Bearish
- WMA memotong harga dari bawah ke atas = Terjadi perubahan trend ke arah bearish
- SMA memotong harga dari atas ke bawah = Terjadi perubahan trend ke arah bullish
3. Exponential Moving Average / EMA
Exponential Moving Average adalah jenis MA yang merupakan penyempurnaan lebih baik dari SMA. EMA memberikan pembobotan nilai pada data yang paling lama diberikan. Untuk cara pengunaan adalah sama dengan SMA
Pembelajaran kita mengenai salah satu indikator forex yaitu Moving Average telah selesai. Semoga setelah anda baca artikel forex ini maka anda akan menjadi lebih paham dan lebih jelas mengenai Moving Average.
Selamat belajar forex tentang Moving Average.